<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d33468724\x26blogName\x3dSarana+Mendunia\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLUE\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://dmruli.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den_US\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://dmruli.blogspot.com/\x26vt\x3d2319283805291829743', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Name:Dharma Maruli T
Home: Jakarta, Indonesia



Aksara Bermakna

Tidak berlebihan bila dikatakan bahwa "membaca" adalah syarat utama guna membangun sebuah peradaban. Semakin bagus sesuatu yang dibaca, maka semakin tinggi peradaban, demikian pula sebaliknya. Tidak mustahil pada suatu ketika "manusia" akan didefinisikan sebagai "makhluk membaca", suatu definisi yang tidak kurang nilai kebenarannya dari definisi lainnya semacam "makhluk sosial" atau "makhluk berpikir".



Add to Technorati Favorites

Add to My Yahoo!
blog-indonesia.com

Salam Pembuka

Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Selamat datang di personal website ku. Website ini saya buat sebagai bentuk aktualisasi diri. Content yang disajikan umumnya berupa aktualisasi diri yang sifatnya umum maupun artikel yang specific seperti "Hukum", "Keluarga" dan "Dunia Islam"yang disarikan dari berbagai sumber. Harapannya semoga informasi yang tersaji, dapat dijadikan sebagai bahan renungan sehingga dapat memberi pencerahan serta dapat memperluas cakrawala berpikir.
Apabila anda berkeinginan untuk menyampaikan pesan dan kesan, silahkan klik "post a comment" disetiap akhir posting tulisanku.

Semoga karya ini bermanfaat.

www.flickr.com

Friday, September 04, 2009

Ooh...sahabat

Sahabat...seberat apapun masalahmu, sekelam apapun beban hidup yang kau pikul, jangan pernah berlari darinya. Meski kau bersembunyi agar tak berjumpa dengannya, dia senantiasa akan terus mengejar. Karena seberapa jauh pun kau berlari dan sedalam apapun kau bersembunyi, dia pasti akan menemukanmu dalam episode kehidupan.

Alangkah indahnya bila kau temui dia dengan dada yang lapang. Persilahkanlah ia masuk dalam bersihnya rumah hati dan mengkilapnya lantai nuranimu. Hadapi ia dengan senyum seterang mentari pagi. Ajak ia untuk menikmati hangatnya teh kesabaran, ditambah sedikit penganan keteguhan.

Sahabat...dengan begitu sepulangnya ia dari rumahmu, akan kau dapati dirimu menjadi sosok yang tegar dalam semua keadaan. Dan kau pun akan mampu dan lebih berani untuk melewati deraan kehidupan.

Sahabat...yakinlah kau pun akan semakin bisa bertahan kala badai cobaan itu datang menghantam.

baca lanjutannya...>>

Monday, July 06, 2009

Harapan Akan Sebuah Perubahan

Slogan "Pro Rakyat", "Lanjutkan", dan "Lebih Cepat Lebih Baik" menjadi kata yang begitu populer belakangan ini. Slogan itu diusung oleh pasangan capres-cawapres sebagai bentuk diferensiasi antar calon dalam pertarungan pilpres yang akan dilaksanakan pada tanggal 8 Juli 2009. Sebagaimana yang sering kita saksikan dilayar kaca, melalui iklan maupun ajang debat capres-cawapres yang disiarkan stasiun TV, slogan itu acapkali digaungkan. Maksudnya agar dapat memberi pengaruh serta melekat dibenak pemilih. Slogan politik yang diusung disamping mudah diingat, juga menjadi penjelas ideologi para kandidat capres-cawapres.

Setiap slogan tentu mempunyai konotasi tersendiri. Slogan merupakan ungkapan lain dari sebuah janji. Sedangkan janji terkait dengan etika moral. Oleh sebab itu jangan percaya pada kandidat yang pernah ingkar janji. Jika kita coba untuk melakukan komparasi dari ketiga slogan, maka "Pro Rakyat" mengandung arti dahulukan kepentingan rakyat kecil. Kata "Pro Rakyat" juga mampu menangkap perasaan kelas menengah maupun rakyat miskin, dan kalangan penganggur.

Kata "Lanjutkan" bernada perintah halus. Masalahnya, apakah rakyat sudah merasa puas dengan keadaan sekarang? Apakah pemerintahan SBY sudah sesuai dengan harapan dan janjinya pada Pemilu 2004 sehingga kata "Lanjutkan" menjadi slogan politik ? Kata "Lanjutkan" bisa juga berarti mempertahankan keadaan yang sudah ada (status quo) daripada melakukan suatu perubahan.

"Lebih Cepat, Lebih Baik" dapat diartikulasikan sebagai sebuah perubahan. Kata perubahan dan reformasi dapat diselaraskan meski kedua kata itu memiliki arti yang sedikit berbeda. Reformasi adalah suatu proses penataan kembali kelembagaan secara tertib dan damai atas ketidakwajaran, ketidaksempurnaan, atau keusangan. Sedang makna perubahan dapat saja dikaitkan dengan reformasi.

Sejatinya slogan politik yang paling tepat jika dihubungkan dengan keadaan sekarang adalah yang mengandung kata perubahan. Misalnya, "lebih cepat perubahan lebih baik", atau "pro rakyat untuk perubahan" atau "mari lanjutkan dengan perubahan".

Tanpa perubahan, siapa pun yang memimpin negeri ini akan menghadapi resistensi dari rakyat. Seperti halnya Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto yang dilengserkan lantaran tuntutan perubahan. Tuntutan menurunkan sang Presiden dari tahta jabatannya bukan disebabkan karena keterpurukan ekonomi semata, tetapi bersifat multidimensi.

Jadi slogan yang baik adalah yang tepat sasaran. Ekspektasi masyarakat akan terjadinya perubahan sangat besar. Jika berbagai tuntutan perubahan dapat dituntaskan, maka persoalan stabilitas dengan sendirinya akan dapat ditangani, Semoga.

baca lanjutannya...>>

Wednesday, June 03, 2009

Dunia Yang Asing

Dunia mungkin memang menyedihkan. Barangkali lantaran oksigen yang pertama kita hirup ketika lahir langsung timbul perasaan takut, gelisah, sesal dan nestapa bercampur aduk , sehingga mau tak mau kita harus berteriak keras dalam tangisan. Bahkan ketika sejak menjadi janin ternyata kita sudah menyerah, sehingga harus terpaksa menerima tawaran dunia yang sebetulnya tidak kita mengerti.

Pada saat sekarang, siapa yang dapat menolak bahwa ia harus dilahirkan dalam sebuah rumah sakit bersalin atau dengan bantuan seorang bidan atau dukun beranak atau apalah namanya itu. Dengan bantuan mereka atas seijin NYA kita dapat lahir ke dunia yang begitu asing. Sesuatu yang pada awalnya tidak bisa kita mengerti.

Menjelang dewasa, dunia menawarkan begitu banyak cara untuk mempengaruhi kita. Sebagai manusia yang memiliki banyak kekurangan, kita tak kuasa untuk menolaknya. Bukan saja dalam adat istiadat, tradisi, hukum dengan segala pernik dan dimensinya berusaha memenjarakan dan menelikung sekujur tubuh kita, mulai dari ranjang bayi hingga ranjang di lahat nanti. Tak ketinggalan aturan budaya modern, kehidupan baik politik, sosial dan ekonomi meminta kita untuk menjadi makhluk yang tidak bisa lagi memilih. Menjadi manusia yang kalah dan menyerah, menjadi korban dan menjadi insan yang jinak dan dijinakkan oleh berbagai macam tawaran.

Kita tak punya banyak pilihan. Walau secara nature berkuasa untuk menolak, tapi anda tak bisa memilih. Sebagai anak manusia kita telah ditaklukan. Betapa jinak kita ketika produk-produk budaya terkini yang kadang asing bahkan sebetulnya tidak kita perlukan menyerbu kita dan menjadi kebutuhan hidup, sekunder bahkan primer.

Semua ini terserah kepada anda, karena anda lah yang melakoni kehidupan ini.

baca lanjutannya...>>

Sunday, March 08, 2009

Menyongsong Pemilu Legislatif 2009

Pemilu legislatif yang akan berlangsung beberapa saat lagi, atmosfernya kini sudah mulai terasa. Partai politik yang berhasil lolos sebagai peserta pemilu kali ini, tengah sibuk berbenah diri. Berbagai kesibukan pengurus parpol yang jelas terlihat diantaranya adalah pemasangan spanduk, poster, pamflet, baliho hingga stiker. Beragam bentuk dan ukuran atribut parpol menghiasi hampir di setiap sudut kota maupun desa. Atribut parpol yang bertebaran di seantero negeri ini seolah berlomba untuk menegaskan bahwa, "kami-lah parpol yang layak untuk anda pilih".

Pada umumnya atribut parpol yang terpampang di ruang publik didominasi potret diri sang caleg. Di samping sebagai ajang sosialisasi figur pada khalayak, disitu diselipkan pula slogan maupun platform partai. Slogan yang diusung pada umumnya mengklaim sebagai "pro rakyat". Terkadang di antara propaganda yang melekat dalam slogan terkesan basi, sehingga kurang kreatif dalam menjaring simpati pemilih.

Dari sekian banyak caleg yang pamfletnya bertebaran, hanya sedikit yang dikenal oleh masyarakat luas. Sebagian besar masyarakat menyatakan tidak mengenal figur mereka. Alasannya pun beragam, salah satunya adalah bahwa peran aktif serta kontribusi sang caleg di masyarakat nyaris tidak terdengar. Kalaupun sempat terdengar, gaungnya hanya sayup-sayup dan itupun hanya dilakukan oleh segelintir kandidat. Apalagi mengetahui secara detail rekam jejak mereka berikut sepak terjangnya di kancah politik, sepertinya hal itu jauh dari harapan. Oleh sebab itu upaya caleg dalam menampilkan foto diri dianggap sebagai salah satu upaya menjaring suara, meskipun hasilnya tidak terlampau signifikan.

Figur caleg yang akrab di mata masyarakat tentunya yang kerap tampil di media massa. Sebutlah para publik figur / artis yang masuk dalam bursa "calon legislatif" akan mudah dikenal oleh masyarakat ketimbang yang bukan. Namun apakah hanya dengan mengandalkan popularitas lantas masyarakat berbondong-bondong langsung memilihnya? Anggapan demikian sepenuhnya belum tentu benar, tolok ukur itu tidak dapat dijadikan parameter keberhasilan seorang caleg dapat mendulang banyak suara. Dewasa ini konstituen kian kritis, terutama kalangan terpelajar semakin selektif dalam menentukan pilihannya. Mereka tidak mudah begitu saja terpedaya dengan maraknya caleg yang hanya bermodalkan popularitas. Kesadaran masyarakat kian terbangun berkat pendidikan politik yang diperoleh secara tidak langsung dari berbagai media, diantaranya dari surat kabar, televisi, radio maupun internet.

Untuk itu sebelum anda gunakan hak pilih, teliti dahulu kecakapan mereka, baik dari segi integritas maupun kredibilitasnya. Jangan sampai anda terkecoh oleh bungkus kepopuleran sang caleg. Dan jangan sampai pada hari yang telah ditentukan anda menyesal, lantaran kandidat yang anda pilih tidak dapat mengakomodasi sebagian besar aspirasi rakyat pemilihnya alias hanya menjadi "politisi busuk belaka".

baca lanjutannya...>>

Thursday, January 01, 2009

Gelegar Pergantian Tahun

Jelang pergantian tahun hampir selalu disambut dengan euforia oleh masyarakat luas. Umumnya masyarakat menyambut dengan suka cita. Ketika saat pergantian tahun semakin dekat masyarakat pun rela melek hingga larut malam bahkan hingga pagi buta. Jakarta sebagai kota besar seakan bergadang semalam suntuk menemani warga masyarakatnya yang menghabiskan waktu melewati malam pergantian tahun ini. Kemeriahan semakin memuncak tatkala waktu menunjukkan pukul 24.00. Hingar bingar bunyi terompet dan petasan terdengar dimana-mana bersahut-sahutan baik di jalan protokol hingga gang sempit yang padat penghuni. Bebunyian itu seolah sebagai penanda bahwa peralihan waktu dari tahun kemarin telah bergulir.

Pada malam itu hampir semua tempat hiburan padat dikunjungi orang. Mereka rela antri berdesak-desakan, bermacet ria di jalan, dan berlelah letih hanya untuk menanti pergantian tahun. Media eletronik tak kalah gencar menayangkan beragam program hiburan. Acara siaran langsung di TV maupun radio menjadi idola bagi pencintanya. Gegap gempita Old and New yang membahana di seantero negeri seakan hendak mewartakan bahwa inilah awal mula tahun baru akan tiba.

Meski tahun baru kali ini disambut dengan perasaan was-was lantaran krisis keuangan global yang melanda dunia, namun optimisme harus tetap ada. Sebagian orang pasti sempat deg-degan membayangkan apa yang akan terjadi di tahun 2009. Akankah krisis ini lebih buruk dari pada tahun 1998 ataukah malah sebaliknya. Barangkali hanya waktu yang dapat memberikan jawabnya secara pasti dikemudian hari.

Selamat Tahun Baru 2009, semoga ditahun yang baru ini dapat memberi secercah harapan ditengah gelombang ketidakpastian.

baca lanjutannya...>>

Monday, December 29, 2008

Jambore Nasional VW 2008

Menjelang akhir tahun 2008, klub VW Indonesia kembali menggelar Jambore Nasional. Kali ini acara digelar di tepi pantai Tanjung Tum Anyer propinsi Banten Jawa Barat. JamNas VW berlangsung selama dua hari, yakni dari tanggal 27 - 28 Desember 2008. Acara ini merupakan agenda rutin tahunan para pencinta VW yang tersebar di seluruh Indonesia. Di acara JamNas beberapa klub VW dari berbagai daerah nampak hadir menyemarakan perhelatan akbar tahun ini. Diantara klub yang hadir berasal dari Jogja, Bandung, Jakarta, serta dari daerah lainnya. Hampir semua jenis VW ikut ambil bagian di acara yang berlangsung 2 hari ini. Mulai dari kehadiran VW “jadul” seperti Combi, kodok, dan safari hingga VW teranyar keluaran baru seperti Touareg, Caravelle maupun GTI. Tak ketinggalan "Polo" merupakan varian baru dari jajaran VW ikut pula meramaikan acara. Tercatat sekitar 10 mobil Polo gabung di acara yang diselenggarakan panitia, salah satunya mobil yang dimiliki rekanku.

Terus terang mengikuti Jambore Nasional VW semacam ini baru pertama kali aku ikuti. Itu pun diajak oleh rekanku yang kebetulan memiliki VW Polo untuk sekadar mendampinginya di acara JamNas. Pasalnya, ia diundang oleh PT. Garuda Mataram Motor salah satu dealer VW Jakarta untuk ikut memeriahkan acara gathering tahunan ini. Di karenakan acaranya jatuh pada hari Sabtu yang waktunya agak luang, maka sayang apabila event ini dilewatkan. Bagiku menyaksikan acara semacam ini merupakan kesempatan emas, apalagi mumpung gratis booo..., kapan lagi bisa cuci mata dan foto-foto di depan VW yang pada mejeng. Selain itu untuk memuaskan keingintahuanku apa saja seh... acara yang digelar disana?

Ternyata acara yang digelar di tepi pantai Tanjung Tum Anyer lumayan meriah. Disamping dapat menyaksikan beraneka jenis VW jadul (jaman dulu) maupun gress (keluaran terbaru), nampak juga deretan stand yang menjajakan beragam accessories berciri khas VW ikut pula ambil bagian. Pantai Tanjung Tum Anyer seolah disulap menjadi semacam ruang pamer (showroom) mobil. Pengunjung bukan hanya dimanjakan dengan beragam jenis VW hasil modifikasi maupun orisinal, bahkan di salah satu sudut terdapat beberapa mobil VW keluaran tahun 70 an yang dapat langsung dibeli disitu. VW itu memang sengaja di jual pemiliknya, barangkali untuk modal ongkos pulang kali ya..he..he..he...

Tak hanya itu, pengunjung dapat pula memburu barang-barang bernuansa VW. Dari pengamatanku sebagian besar barang-barang itu sengaja di pasok dari Jogja. Barang yang dijajakan pada pengunjung umumnya barang yang cepat laku dijual seperti kaos, topi, hingga jaket yang menggambarkan VW mania.

Saking komplitnya stand di acara JamNas, hingga penjualan onderdil mobil VW pun di jual disana. Onderdil yang di tawarkan umumnya berupa barang bekas, namun tidak sedikit pula yang masih terlihat baru. Mungkin dikarenakan tidak ingin menyia-nyiakan moment berharga di ajang JamNas, maka pemilik bengkel maupun penjual onderdil berbondong-bondong untuk ikut menggelar dagangannya.

Kendati aku bukan salah seorang VW mania, namun lantaran terbius oleh atmosphere VW, akhirnya aku tergiur juga untuk membeli sebuah T-shirt bertuliskan “VolksWagen All Time Old and Grand” sebagai cenderamata untuk dibawa pulang.

baca lanjutannya...>>